BEST PRACTICE, REFLEKSI AKHIR, DAN RENCANA TINDAK LANJUT PELAKSANAAN PPL

 

 


 

 

 

 

OLEH:

 

RINI MARBIHAN, S. Pd

201502095058

 

 

 

 

 

 

 

 

PPG DALAM JABATAN KATEGORI 1 GELOMBANG 2

UNIVERSITAS LAMPUNG

TAHUN 2022

 

 

 

 

 

A.    BEST PRACTICE

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMP BHAKTI BARADATU

Jalan Datu OO1, Tiuhbalak Pasar, Baradatu, Kabupaten Waykanan

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama

Tujuan yang ingin dicapai

Penerapan model pembelajaran problem base learning dan memanfaatkan media pembelajaran audiovisual, peserta didik diharapkan mampu menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Berita (Membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca

 

Penerapan model pembelajaran project base learning dan memanfaatkan media pembelajaran audiovisual, peserta didik diharapkan mampu menyajikan data dan informasi dalam bentuk berita secara lisan

 

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan problem based learning dengan pendekatan TPACK, metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan, peserta didik mampu menelaah teks persuasif secara tepat dengan penuh tanggung jawab dan bekerja sama.

 

 

Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan problem based learning dengan pendekatan TPACK, metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan, peserta didik mampu meyajikan teks persuasif secara tepat dengan penuh tanggung jawab dan bekerja sama.

 

 

Penulis

Rini Marbihan, S. Pd

Tanggal

PPL Aksi 1 Pertemuan 1 tanggal 8 Desember 2022

PPL Aksi 1 Pertemuan 2 tanggal 16 Desember 2022

PPL Aksi 2 Pertemuan 1 tanggal 3 Januari 2023

PPL Aksi 2 Pertemuan 2 tanggal 11 Januari 2023

 

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah pada praktik ini adalah:

1.     Guru kurang memahami model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran.

2.     Pemanfaatan media pembelajaran belum optimal.

3.     Guru     kurang      memahami      langkah-langkah


 

pembelajaran sesuai dengan sintak yang ada pada model pembelajaran.

4.     Pemahaman pendidik mengenai pembelajaran berbasis HOTS masih kurang.

 

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif rendah sehingga peserta didik merasa  bosan dan tidak berminat dalam menerima pembelajaran yang akan berdampak pada hasil pembelajaran. Solusi yang relevan untuk dilaksanakan dan diharapkan akan meningkatkan minat belajar peserta didik yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) berbantuan media berbasis teknologi.

 

Praktik ini penting untuk dibagikan agar seluruh pendidik bergerak bersama untuk melakukan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Selain itu, diharapkan praktik pembelajaran  ini  bisa  menjadi  referensi dan inspirasi guru lain dalam mengatasi permasalahan         pelaksanaan pembelajaran.

Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai peneliti mengidentifikasi permasalahan yang terjadi selama proses belajar mengajar di kelas dan mencari solusi dari masalah tersebut.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Tantangan      yang     dihadapi      untuk      mencapai tujuan adalah

1.      Persiapan kelas belum maksimal karena keterbatasan sarana di sekolah.

2.      Penyesuaian jam mengajar dan jadwal PPL yang akan dilaksanakan

3.      Masih ada peserta didik yang tidak percaya diri untuk tampil di depan kelas.

4.      Jaringan internet yang kurang stabil.

 

Pihak yang terlibat dalam praktik ini adalah

1.     Kepala sekolah

2.     Teman sejawat

3.     Peserta didik

4.     Dosen dan guru pamong

5.     Teman-teman peserta PPG


Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Berdasarkan tantangan yang dihadapi guru, langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu:


1.       Pemilihan              model             pembelajaran inovatif.


a.     Langkah   awal   menentukan               model pembelajaran                 inovatif              dengan memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pelajaran. Adapun model pembelajaran yang dipilih yaitu Model Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning   (PBL).      Pada    model pembelajaran ini terdapat langkah- langkah pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik terhadap       pembelajaran                           serta meningkatkan   kreativitas   peserta didik dihubungkan dengan materi pelajaran   yang   akan   dipelajari peserta didik.


2.       Sumber  daya   yang   diperlukan   yaitu jaringan                       internet,        PLN, buku-buku yang      terkait           dengan         model pembelajaran, dan video pembelajaran dari youtube.


3.       Pemilihan       media         pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan aplikasi kekinian sebagai sarana peserta didik menuangkan kreativitasnya.

Refleksi Hasil dan

A. Bagaimana dampak dari langkah-langkah yang dilakukan:

1.    Peserta didik menjadi lebih aktif, termotivasi, dan antusias dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model PjBL yang didukung dengan media pembelajaran yang menarik.

2.    Peserta didik merasa senang dan bersemangat karena memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran sehingga memudahkan bekerjasama dalam belajar dan berdiskusi kelompok.

3.    Peserta didik mampu mengkonstruksi teks dengan baik.

dampak

Bagaimana dampak dari

aksi dari Langkah-langkah

yang dilakukan? Apakah

hasilnya efektif? Atau

tidak efektif? Mengapa?

Bagaimana respon orang

lain terkait dengan

strategi yang dilakukan,

Apa yang menjadi faktor

keberhasilan atau

ketidakberhasilan dari

strategi yang dilakukan?


Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

B.   Apakah hasilnya efektif atau tidak efektif? Hasilnya efektif, karena peserta didik menjadi lebih aktif dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena peserta didik dihadirkan materi yang tidak hanya berasal dari modul dan buku paket, melainkan juga dari sumber yang berasal internet.

 

C.    Bagaimana respon orang  lain  terkait dengan strategi yang dilakukan:

Respon kepala sekolah dan rekan sejawat sangat positif dan mendukung penuh atas kegiatan                          pembelajaran            yang           telah dilaksanakan. Selain itu, peserta didik pun merasa senang dan antusias karena diajak mengamati lingkungan sekolah bersama-sama sehingga pembelajaran terasa tidak membosankan.

D.  Apa yang menjadi faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan:

1.        Pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan yaitu langkah-langkah model pembelajaran dijalankan dengan urut serta alokasi waktu yang proposional, sehingga pembelajaran lebih terstruktur dan tujuan pembelajaran tercapai.

2.        Dukungan dari kepala sekolah dan rekan sejawat yang telah membantu kelancaran kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.

 

E.  Apa yang menjadi faktor ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan:

1.     PPL Aksi 1 Pertemuan 1 : Peserta didik merasa bingung karena mulai diarahkan untuk berpikir kritis.

2.     PPL Aksi 1 Pertemuan 2 : Kurangnya respon tanya jawab dari peserta lain saat kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.

3.     PPL Aksi 2 Pertemuan 1 : Siswa merasa canggung untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok.

4.     PPL Aksi 2 Pertemuan 2 : Projeck yang

Dihasilkan kurang maksimal karena keterbatasan waktu dan sarana.

 


 

F. Apa yang didapat dalam pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut:

Proses pembelajaran menjadi lebih tertib dan terstruktur karena adanya perencanaan yang cermat. Selain itu, suasana pembelajaran di kelas kondusif, lebih menarik, menyenangkan dengan model pembelajaran inovatif dan media yang bervariasi. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena pembelajaran berpusat pada peserta didik aktif membangun sendiri pemahamannya.

 

 

B.    REFLEKSI AKHIR

      Seluruh rangkaian kegiatan ini dapat terlaksa dengan baik mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan didokumentasikan dalam bentuk rekaman video.

Setelah melaksanakan seluruh kegiatan PPL, dampak yang bisa dirasakan adalah

1.     Terciptanya suasana belajar yang lebih aktif. Pembelajaran berpusat kepada siswa sehingga suasana kelas terasa tidak membosankan karena penerapan model PjBL atau PBL dalam pembelajaran. Hal ini dirasa sangat membantu dalam proses belajar. Pembelajaran terasa sangat berbeda karena sebelumnya masih menerapkan metode ceramah dalam pembelajaran.

2.     Penerapan TPACK sudah terlaksana dengan baik. Sebagai  seorang guru yang mengikuti perkembangan zaman, kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada saat ini dan akan datang.

3.     Pembelajaran berbasis HOTS sudah terlaksana dengan baik. Siswa menjadi terbiasa untuk menjawab soal berbasis HOTS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.   RENCANA TINDAK LANJUT

Setelah melaksanakan PPL Aksi 1 dan 2 kedepannya perlu dilaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) demi keberlanjutan rencana suatu program pembelajaran. Dengan adanya Rencana Tindak Lanjut akan lebih mudah dalam mengimplementasikan program kedepannya. Rencana Tindak Lanjut yang baik dapat disusun sesuai rencana program berdasarkan hasil refleksi dan analisis dari pengalaman aksi sebelumnya.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan setelah melakukan refleksi akhir PPL Aksi 1 dan 2.

1.     Membagikan pengalaman selama melaksanakan aksi kepada teman sejawat di sekolah yang mungkin dapat menginspirasi mereka dalam mengajar dan agar memperoleh kritik serta masukan yang membangun.

2.     Menerapkan model PBL atau PjBL dalam pembelajaran selanjutnya di sekolah.

3.     Melakukan refleksi pembelajaran berkelanjutan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

4.     Mencari referensi tentang model-model pembelajaran lain yang relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa dan perkembangan zaman.

5.     Mengembangkan pembelajaran yang terintegrasi dengan TPACK dan penggunaan aplikasi untuk menunjang aktivitas belajar siswa.

6.     Konsisten dalam melakukan evaluasi yang melibatkan soal-soal berbasis HOTS.

7.     Mencoba hal-hal lain yang mengkin dapat meningkatkan motivasi belajar siswa seperti penggunaan yel-yel, ice breaking atau sejenisnya.

Demikian rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan ke depannya. Pelaksanaan rencana program tersebut tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Koordinasi dan kolabarosi bersama teman sejawat dan kepala sekolah juga diperlukan agar semua rencana program tindak lanjut dapat dilaksanakan dengan baik.


D.   DOKUMENTASI KEGIATAN PPL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                

 

 

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kosakata Bahasa Lampung-Indonesia

AKSI NYATA MODUL 3.3